BRIANNA DAN BOTTOMWISE : Review Novel Andrea Hirata


Judul buku      : Brianna & Bottomwise

Pengarang       : Andrea Hirata

Terbit/Hlm     : Juli, 2022/314 hlm

Penerbit           : Mizan Media Utama

       


    Info pertama dari buku ini untuk kalian pembaca setia andrea hirata, novel ini adalah seri 1 trilogi Brianna & Bottomwise,  jadi jangan heran jika akhir buku ini kesannya ngambang dan bikin gemes karena gatau bagaimana kisah lanjutan dari gitar musiciante yang hampir ditemukan.

              Novel ini mengambil beberapa setting, Sumatera dan Amerika. Di sumatera, kisah ini diawali dengan kisah Sadman (nama lengkapnya Arsyad Amrullah bin Ahmadin Sulaiman dan begitulah ciri khas andrea Hirata memberi nama karakternya) sejak sekolah, telinga kualinya, mimpi-mimpinya dan caranya mewujudkan keinginannya mendirikan orker disana Bersama teman-teman sekelasnya, Nasa- Sekonder – Jamindin – Hamzah - Kembar Tarobi 1 & 2 yang baru terwujud  17 tahun kemudian setelah Sadman menabung dan berjualan tauco.

Sementara di Amerika, pencarian gitar hilang milik musiciante dilakukan Brianna dan bottomwise yang berjanji sepenuh hati untuk menemukan gitar Musisi handal, berkeliling di kota-kota Musisi dan mencari bantuan detektif swasta Indonesia dari salah satu rekannya.  Novel ini sebagian bercerita mengenai gitar yang hilang tersebut dan dimana saja ia singgah. 




Dari 34 sub bab yang disuguhkan dalam novel ini, yang paling menarik dari alur gitar yang hilang tersebut “menceritakan bahwa dimanapun tempatmu berada kamu akan dinilai dari pengetahuan & apresiasi orang lain tentang kegunaanmu, siapapun yang tidak mengetahui nilaimu tidak akan menghargai kelebihanmu. Seberharga apapun kamu.”



Gitar antic yang sangat tua dan milik Musisi terkenal tersebut dihargai dan dikenali hanya di tangan ameru serta Alma kecil yang menyukai music, sementara di tangan orang lain – bahkan orkes sadman, gitar tua antic itu berulang kali menjadi rongsokan yang disangsikan keasliannya, berulang kali jadi kambinghitam, disalahkan, difitnah, dimaki-maki dengan kasar, bahkan dibanting dan dijadikan alat bukti kekerasan.

Meskipun endingnya menyebalkan karena merupakan seri 1 trilogi, novel ini patut dibaca.        Pelajaran yang bisa saya ambil, yuk cari lingkungan yang menghargai & tidak merendahkanmu.

Happy reading!

Best Regards, Latifa Mustafida

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung.

Latifa Mustafida