Kilas Balik (2)

            Apa pelajaran terbaik yang kamu dapat selama 5 tahun terakhir ?

Dibanding beberapa kenangan buruk yang saya ingat, 5 tahun terakhir saya mendapat banyak sekali pelajaran. Dari team, rekanan, atau klien. 5 tahun terakhir yang saya habiskan bersama tentu tidak hanya menyebalkan saja. Banyak sekali hikmahnya.

Pelajaran itu beragam, kadang membuat saya sedikit kewalahan – di lain waktu menghantam saya sangat keras, seperti beberapa waktu terakhir. Beruntungnya, pelajaran itu sudah saya lalui sekarang. Saya sudah naik kelas, tidak lagi menjadi seorang yang takut untuk menyampaikan sesuatu, tidak lagi ingin terlihat sempurna, dan terganggu atas hal-hal yang dulu mengganggu.  

  5 tahun lalu – kesalahan kecil bisa membuat saya frustasi seharian dan terus fokus pada kesalahan yang saya buat – padahal saya bisa saja menerima dan memperbaikinya. Kini, saya mungkin masih (akan) marah jika terjadi kesalahan, tapi daripada frustasi berkepanjangan dan menyakiti pikiran serta fisik saya, saya akan beralih memikirkan bagaimana cara memperbaikinya. Saya akan memilih mencari solusinya. Lagipula, kita memang manusia biasa, wajar jika pernah salah. Sehebat apapun kita – mustahil jadi sempurna.




Jika dulu saya fokus untuk menyelesaikan target harian, kini saya ingin sekali berfokus pada pengembangan diri. Dengan berfokus pada hal itu, kaca mata memandang saya lebih jernih. Apalagi setelah saya mandiri, saya tidak lagi sibuk membandingkan diri dan waspada karena kata-kata orang lain. saya lebih fokus pada diri sendiri, sekeliling & apa yang harus saya benahi.

Melihat ke belakang, saya menyadari – mungkin saya kelelahan karna terus menerus fokus pada kata-kata menyakitkan dari orang dan membandingkan. Semoga kalian tidak perlu mengalaminya untuk menjadi lebih baik. Tapi saya bersyukur telah melewatinya. Pelajaran terbaik yang saya ambil, tidak apa-apa menerima bahwa kita memang tidak baik-baik saja. kadang-kadang kita hanya perlu mengambil sedikit keputusan berani dan menjalaninya.

Apa hal tersulit selama 5 tahun terakhir ?

Yang paling sulit dari kilas balik ini, bahkan setelah 5 tahun – mencoba terus berkomitmen pada janji – untuk terus belajar, bertanggung jawab, bertindak teliti & rajin untuk diri sendiri. Saya masih terus melawan malas, lemah, ragu, khawatir, dan pergumulan pikiran di kepala. Musuh ini masih mengekor di belakang dan berusaha untuk saya kalahkan, ingin sekali menang darinya sampai saya kembali keharibaan.

Kini, dibanding 5 tahun lalu, saya menjadi orang yang lebih legowo untuk menerima kesalahan, mengalami sesuatu, menyampaikan pendapat, merelakan sesuatu & berempati atas sesuatu. Ternyata, menyadari ini saja membutuhkan waktu lebih banyak dari yang saya kira.

Saya yakin segala pelajaran yang belum kita dapat hari ini akan didapat kemudian hari. Jadi tidak perlu berkecil hati jika ada seseorang yang menjatuhkan rasa percaya dirimu hanya karena kamu belum pernah tahu atau mengalaminya. Kamu hanya perlu belajar dan terus belajar untuk mengetahuinya.

Ustad Adi Hidayat pernah bilang, daripada hanya mengingat hal buruknya, semua ujian yang datang itu sesungguhnya adalah bantuan dari Allah supaya kita belajar. Kita dipaksa introspeksi, menerima & belajar darinya. Jika tidak dipaksa, belum tentu kita akan berupaya mengubahnya. Jika bukan karena pernah tersandung sebelumnya – kita tentu tidak akan belajar cara me-manage dan menanganinya.

Pengalaman itu menumpuk rapi menjadi pelajaran berhikmah dan membantu saya melihat hal yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Betapa berharganya diri kita, bahkan ketika belum memahami apa-apa. Jadi, semoga kilas balik ini memberimu energi baik untuk lebih menghargai diri sendiri dan apapun yang terjadi.

Semoga bermanfaat, mari nikmati ketidaktahuan hari ini. 

Best Regards, Latifa Mustafida

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung.

Latifa Mustafida