Menurut law of
attractions, rasa syukur adalah magnet. Segala hal atau energi positif yang
kita keluarkan dalam hidup akan menarik kebaikan serupa. Itu alasan rasional
mengapa bersyukur sangat disarankan secara psikologis atau agama.
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْࣖ١١
“Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah
(dengan bersyukur)”.
(Ad-Dhuha : 11)
وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ
“Dan barangsiapa bersyukur, maka
sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri (Luqman : 12)
Segala
rasa syukur yang kita berikan sesungguhnya akan kembali pada diri sendiri dalam
banyak bentuk, ketenangan, rezeki, kesehatan, keselamatan dan banyak kebaikan lain.
Psikologi positif memaknai “rasa syukur” sebagai upaya atau langkah manusia
untuk mengakui dan menerima hal-hal baik yang terjadi dalam hidup.
Jika kita bisa
mengakui dan menerima segala hal baik yang terjadi dalam hidup - kita pasti
akan melakukan hal serupa untuk menyatakan rasa terima kasihnya dan menarik
kebaikan serupa.
The Harvard Medical
School memberikan penjelasan mengenai rasa syukur, diartikan sebagai “Apresiasi
penuh syukur terhadap apa yang diterima oleh seseorang, baik yang dapat dilihat
maupun tidak. Dengan rasa syukur, seseorang mengakui kebaikan dalam
kehidupannya, sebagai feedback, bersyukur membantu orang terhubung dengan apa
yang lebih besar dari mereka sebagai individu, bisa orang, alam, atau kekuatan
Tertinggi” (Ackerman, 2021).
Sebagai
tindak lanjut membiasakan rasa syukur, mari kita tanyakan pada diri sendiri. Dalam
satu hari, pernahkah kita menyempatkan waktu barang lima sampai dengan sepuluh menit
untuk mensyukuri segala yang kita terima dari Allah hari ini ? Dalam satu hari, pernahkah kita melihat kembali
waktu yang bergerak – terulang dan kembali dikaruniakan kepada kita tersebut
digunakan untuk apa saja hari ini?
Lalu,
dalam satu hari, maukah kita menyempatkan waktu dan melihat kembali 24 jam yang
berharga tersebut sebanyak apa kita menggunakan setiap detik menit jamnya untuk
bersyukur kembali kepada Allah yang telah memberi kehidupan ? jika belum, mari kita luangkan 15 menit setiap hari untuk mengingat-ingat
nikmat apa yang kita dapat hari ini, kebahagiaan apa saja yang kita dapat hari
ini, keberuntungan apa yang terjadi pada hari ini.
Mungkin bertemu teman di
suatu tempat dan berbincang sebentar tapi membahagiakan. Mungkin bisa shalat
ontime dan berjamaah 5 waktu di masjid, mungkin bisa makan enak yang kita
inginkan beberapa hari, tidur pulas, olahraga sesuai target, mendapat rejeki
tidak dinyana, traktiran teman, selamat dari kemungkinan kecelakaan, atau mungkin
sesederhana badan terasa sehat dan energik sampai akhir hari.
Apapun
itu luangkan waktu Kembali untuk mengingat rejeki yang telah Allah karuniakan
hari ini. tuliskan dalam selembar kertas, tidak perlu lama, 15 menit di akhir hari. Ingatkan Kembali
bahwa kita masih diberi usia untuk melaksanakan ibadah dan menerima
rejeki kembali. Lakukan dan lihat kembali dampaknya untuk diri sendiri.
Lalu
ya Allah, terima kasih atas hari ini,
atas rejeki hari ini, atas nafas dan sehat hari ini, atas keluarga dan kemudahan
hari ini, atas makanan enak dan kendaraan nyaman hari ini, atas pekerjaan
nyaman dan ruangan ac hari ini, atas senyum tawa dan sedikit kesulitan hari
ini, atas segalanya yang masih diberikan terima kasih semua.
Semoga
bermanfaat!
Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung.
Latifa Mustafida